Kerja di Rumah

Kerja di Rumah
Merintis Bisnis Online dari Rumah

Saturday, February 26, 2011

Menjelajah Hutan Mangrove Denpasar

Saya selalu menyukai jalan-jalan menikmati alam, salah satunya jalan-jalan di hutan mangrove. Pertama kali mendapat informasi tentang hutan mangrove di Denpasar, Bali adalah saat mengerjakan skripsi. Kebetulan, subjek penelitian saya waktu itu adalah Bandara Ngurah Rai dan lingkungan sekitarnya, termasuk hutan mangrovenya. Sejak itu saya rajin mencari info tentang hutan mangrove ini dan mengetahui bahwa hutan ini termasuk kawasan wisata alam Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai.

Setiap melewati bypass Ngurah Rai, saya selalu memendam keinginan untuk berkunjung kesana, ingin menyaksikan sendiri, seperti apa bentuk dan rupanya? Suasananya? Tapi setiap menyampaikan keinginan ini ke saudara-saudara di Bali, tidak ada yang tertarik dan mau menemani saya ke sana. Mungkin mereka berpikir, untuk apa sih jalan-jalan ke hutan mangrove? Jadi ya terpaksa keinginan tersebut terpendam.

berpose sebelum masuk tahura
Ketika suatu hari pulang ke Bali bersama suami, saya sampaikan kalau saya penasaran sekali ingin ke hutan mangrove di bypass Ngurah Rai. Senangnya ketika dia juga semangat, dan mengajak keponakannya untuk ikut serta.

Akhirnya tibalah kami di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai. Lokasinya strategis dan mudah dicapai, terletak antara Pelabuhan Benoa dan Bandara Ngurah Rai. Suasananya tenang, asri, dan menyegarkan. Terdapat lintasan (jembatan) dari kayu sepanjang 1,5 km menembus hutan mangrove. Perjalanan terasa sangat menyenangkan. Di sepanjang lintasan, terdapat berbagai papan petunjuk dan informasi mengenai lokasi dan spesies yang hidup di sana. Di kawasan ini, setidaknya tumbuh 29 spesies mangrove, antara lain Rhizopora sp., Mucronata sp., Rhizopora apiculata, dan Sonneratia alba. 

lintasan dari kayu menembus hutan mangrove

Menyusuri hutan mangrove tidak hanya menyegarkan mata, tapi juga menenangkan hati. Selain tumbuhan mangrove, mudah kita lihat satwa liar berkeliaran, burung terbang dengan hinggap dengan bebas. Kicauan burung pun mudah terdengar. Mau mengamati burung lebih jelas? Kita bisa memanfaatkan menara pengamatan burungnya. Dari menara tersebut, kita juga bisa menikmati pemandangan hutan mangrove. 

menara pengamatan burung
Kawasan ini cukup diminati wisatawan asing dan domestik. Saat kami berwisata ke sana, cukup banyak wisatawan yang berpiknik bersama keluarga. Selain keluarga, kawasan ini juga sering dimanfaatkan untuk pemotretan, baik untuk foto model maupun prewedding. Suasana eksotis sekaligus alami menambah daya tariknya. Sayangnya masih tampak sampah yang dibuang sembarangan oleh pengunjung. Selain itu, beberapa papan informasi tampak dicorat-coret seenaknya, yang menunjukkan kesadaran pengunjung yang masih rendah dalam memelihara fasilitas publik.



foto prewedding




menyusuri hutan mangrove


No comments:

Post a Comment